toggle
plus minus gleich

INFORMATION

GAPKINDO PRESS RELEASE :

BERKENAAN DENGAN PAKET KEBIJAKAN

EKONOMI KE-X

Pasokan bahan baku (3.2 juta ton) vs kapasitas terpasang maupun lisensi industri crumb rubber (5.2 juta ton) yang telah dikeluarkan terjadi ketimpangan ketersediaan bahan baku.
Kondisi tersebut diatas tahun 2013 di respond pemerintah dengan menerbitkan DNI, yang tertuang dalam Perpres No. 39 tahun 2014. Dengan terbitnya Perpres tersebut, Gapkindo menyambut baik karena Pemerintah ternyata memahami dengan adanya kekurangan pasokan yang begitu besar dan banyaknya pabrik yang sudah berdiri, sebetulnya tidak ada kebutuhan urgent untuk investasi luar masuk ke sektor ini.
Terlebih lagi bahwa sektor crumb rubber bukanlah teknologi yang canggih yang memerlukan rekayasa engineering dari luar negeri ataupun investor luar negeri melainkan teknologinya telah dapat dikerjakan dan dikembangkan oleh Pengusaha Nasional, terbukti jumlah pabrik anggota Gapkindo telah mencapai 140 pabrik tersebar di seluruh sentra produksi karet Indonesia yang mayoritas adalah PMDN.
Oleh karenya paket Deregulasi X tentang pencabutan DNI di Industri crumb rubber yang justifikasinya untuk dapat menambah tenaga kerja, dinilai sudah tidak relevan pula, karena faktanya industri crumb rubber di Indonesia sudah over capacity (bahan baku tidak memadai) dimana pabrik crumb rubber yang ada saat inipun masih kesulitan untuk bisa beroperasi penuh dan memperkerjakan pekerjanya secara optimal. Sehingga dengan menambah investasi yang baru akan berakibat mematikan industri yang sudah ada, yang akhirnya tidak menambah peluang lapangan kerja yang diharapkan pemerintah.
Sementara itu, apabila ditilik dari justifikasi pemerintah untuk menaikan kompetitifness pengusaha dalam negeri, Gapkindo justru menaruh harapan besar agar pemerintah dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat memperbaiki struktur biaya pendanaan/perbankan didalam negeri agar pengusaha nasional menjadi sekompetitif pengusaha asing. Mengingat diluar dari aspek biaya pendanaan dan perbankan, anggota Gapkindo secara umum telah mempunyai sisi kompetitifness yang tidak kalah
Menilik dari penjelasan diatas, Gapkindo berpandangan bahwa, perbaikan solusi disektor crumb rubber Indonesia adalah :
1.Pemerintah harus meningkatkan produktivitas dan produksi karet alam pada sektor hulu, guna mengisi kesenjangan antara tingkat produksi karet alam dengan kapasitas terpasang pabrik crumb rubber yang ada saat ini, yang sedemikian rupa pada akhirnya akan dapat meningkatkan efisiensi dan kompetitifness industri crumb rubber nasional.
2.Revisi dengan membuka DNI atas crumb rubber industri pada saat ini bukanlah solusi yang tepat, bahkan Gapkindo berpandangan diperlukan pula pembekuan/moratorium atas pendirian pabrik crumb rubber yang baru, sementara menunggu penyelesaian pada butir 1 diatas.
3.Gapkindo lebih mendukung apabila pemerintah membuka ruang investasi disektor hilir perkaretan yang akan memperkuat struktur integrasi industri perkaretan secara holistik.
Jakarta, 15 Februari 2016

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Valid XHTML & CSS - Template Design ah-68 - Copyright © 2010 by GAPKINDO