toggle
plus minus gleich
Halo Tamu,bagi member silahkan login untuk melihat content khusus kami
News

analisis pasar

ANALISIS PASAR
Oleh Tim Analisis Pasar Gapkindo 
Bulan Mei 2013


Supply

Produksi Karet bulan April masih lemah setelah terjadi puncak gugur daun pada bulan Maret 2013 di sentra produksi karet alam Thailand Selatan, Malaysia, Vietnam, dan Sumatera bagian utara yang ditandai oleh berkurangnya pasokan karet. Oleh pelaku pasar gugur tahun ini dianggap tidak terlalu keras dan ditafsirkan bahwa setelah pemulihan produksi pasca gugur daun ditengah tahun kedua 2013 akan berlimpah dan menambah surplus produksi kepada stock overhang yang sekarang ini 900.000 ton (200.000 ton stock Pemerintah Thai, 300.000 ton stock AETS, 300.000 ton stock Qingdao, dan 100.000 ton stock Shanghai.

Kekhawatiran akan stock yang bertambah dengan pelemahan ekonomi China pada tanggal 18 April menyebabkan pelepasan posisi di TOCOM seiring dengan merosotnya harga semua komoditi termasuk besi, tembaga, minyak bumi dan lain lain.

email Cetak PDF
  

press release

TINDAKAN ASEAN RUBBER BUSINESS COUNCIL (ARBC)

TERHADAP PELAKU GAGAL KONTRAK

ARBC yang beranggotakan asosiasi perdagangan karet dari 6 negara produsen karet di ASEAN (Thailand, Indonesia, Malaysia, Singapore, Vietnam dan Cambodia) dan gabungan produksi ke 6 negara sekitar 80% dari total produksi dunia sangat prihatin terhadap penurunan harga karet yang tajam akhir-akhir ini. Harga karet telah anjlok sekitar 39% sejak pertengahan September 2011.

email Cetak PDF
  

PERBAIKI KARET RAKYAT, PEMERINTAH RENCANAKAN GERNAS KARET

 

Pemerintah dalam hal ini Kementrian Pertanian akan mengadakan Gerakan Nasional Peningkatan Produksi dan Mutu Karet (Gernas Karet). Gerakan ini belajar dari keberhasilan Gernas Kakao. Apalagi program revitalisasi perkebunan, termasuk karet tidak sesuai dengan harapan.

Gamal Nasir, Direktur Jenderal Perkebunan mengakui, upaya pemerintah memperbaiki tanaman karet rakyat melalui program revitalisasi dengan dana dari APBN memang tidak berjalan lancar. Meski pemerintah memberikan subsidi bunga, realisasi pembiayaan revitalisasi karet masih sangat rendah.

“Ini karena petani karet tidak mempunyai avails sebagai penjamin. Berbeda dengan perkebunan sawit rakyat yang mendapat jaminan dari Perusahaan”.

Data Ditjen Perkebunan, realisasi Persetujuan pembiayaan program revitalisasi tanaman karet hanya sekitar Rp. 179,855 miliar untuk luas lahan 9.120 ha untuk 4.730 Kepala Keluarga (KK) petani. Pemerintah menargetkan hingga 2014 ada perluasan tanaman karet sekitar 44.400 ha dan peremajaan sekitar 74.608 ha.

Karet itu untuk memperbaiki perkebunan karet rakyat yang umumnya relatif sudah tua (lebih dari 25 tahun) dan rusak karena penyakit, pemerintah menggagas Gernas Peningkatan Produktivitas dan Mutu Karet. Gernas ini rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2013-2015. “Proposalnya sudah di Presiden. Sekarang tinggal menunggu keputusan Presiden saja.”

email Cetak PDF
  

sosialisasi bokar bersih menuju green rubber

SOSIALISASI BOKAR BERSIH MENUJU GREEN RUBBER
Oleh : Rusdan Dalimunthe

 

Dalam era perdagangan dunia sekarang, terbentuk kelompok-kelompok (group-group) negara/pasar yang berbeda-beda seperti kelompok G-20, kelompok ECC, APEC, dan sebagainya. Kelompok-kelompok yang berbeda-beda ini untuk membela kepentingan mereka sendiri tetapi pada waktu tertentu akan bersatu ketika mereka dihadapkan kepada masalah kualitas / mutu barang dan bagaimana pengaruh pembuatan barang tersebut mulai dari proses awal sampai barang tersebut dihasilkan terhadap lingkungan sekitar dan pemanasan global (Global Warming). Dengan demikian upaya-upaya menghasilkan produk yang ramah lingkungan mulai dari awal proses bahan baku sampai produk akhir merupakan hal yang patut diperhatikan dalam perdagangan yang semakin ketat persaingannya pada masa mendatang.

Indonesia sangat beruntung mendapat anugrah memiliki iklim tropis, kesuburan tanah dan populasi yang cukup untuk membudidayakan karet dan menghasilkan produk yang merupakan salah satu andalan ekspor Indonesia. Pohon karet memiliki ekologi seperti hutan biasa disebut hutan karet. Hasil penelitian setiap 1 Ha karet dapat mengabsorpsi pollutan 35 ton CO2 per ha per tahun. Bila dikalikan terhadap luasan karet Indonesia (3.484.073 ha) maka kontribusi karet cukup besar untuk mengabsorpsi CO2 sebesar 121.942.555 ton/tahun.

email Cetak PDF
  

Masuk Daftar Produk Hijau, Pengusaha Respons Positif

MASUK DAFTAR PRODUK HIJAU, PENGUSAHA RESPONS POSITIF


Gabungan Pengusaha Karet Indonesia menyambut baik langkah pemerintah memperjuangkan karet masuk ke dalam daftar produk ramah lingkungan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik.

Direktur Eksekutif Gapkindo Rusdan Dalimunthe mengatakan karet patut disebut produk ramah lingkungan (environmental goods) karena 85% lahan tanaman karet di Indonesia dikelola petani (smallholders) di atas lahan rakyat.

Data Gapkindo menyebutkan dari total area perkebunan karet di Indonesia seluas 3,46 juta ha pada 2012, luas perkebunan karet rakyat mencapai 2,94 juta ha, sedangkan BUMN 242.000 ha dan swasta 283.000 ha.

 

email Cetak PDF